Puisi dan Sastra

…………Puisi…………..

BUKIT-BUKIT SAMAR

(Imagi)

Kawan, ku berpijak diatas bukit

patahkan sayap-sayap bumi yang menjulang

mengusir semu berburu wajah pedalaman

coretan takdir diulas atas puncak keajaiban

Hijau kulihat lembah, menyeru bersimpuh

misteri pun terkuak dalam samar

menyerut pikir, dengan waktu beranjak pergi

sepi menyusut dalam ungkapan pilu

satu demi satu disapu telapak

dalam dansanya yang hambar

Tiada dibenak untuk berdiri, berlari

walau gunung ku lumpuhkan dalam diam

awan masih berkejaran diatas sana

membuai hati yang terpatri

Kawan, ku tak punya air mata

jasad telah terbang tanpa sayap

diusut penuai tak berrasa

asma ditinggal dalam peti mati

angkara telah kusapa tanpa arah

di kelumpuhan mata hati

mitra tak kuasa menarik suguhan untuk jiwaku

Kawan, ku punya selayang pandang

dalam mimpi yang masih terkunci

akan ku lempar di lembah sepi

=======================================================

MULUD

(Inst.)

Bumi saat itu tertulis di zaman ini

Setiap sudut adalah tirani

Angkara penuhi langkah tak pasti

Ahlul kitab resah pertahankan pintu abadi

Api berhala dan harta mereka puji

Syair-syair dipuja luluhkan wanita puaskan birahi

Gelap dan gelap seluruh negeri

Malam Senin tahun masehi

Dua puluh satu april penuh arti

Engkau terlahir membawa cahaya ke setiap hati

Padamkan durjana tanpa henti

Terangi jalan-jalan hakiki

Sungguh keajaiban tercipta pada sang nabi

Peristiwa, ketakjuban terjadi

Cap kenabian di dada penuh ambisi

Di setiap coretan kalam ilahi

Muhammad asmamu, tanpa kau tak seperti ini

Wahai kekasihku dan kekasih Ilahi

Pancaran sinarmu abadi

Bangkitkan setiap hati yang mati.

=======================================================

HIJRIAH

Kung

“Telah datang pancaran sinar rembulan pada kita”

Saat sang kekasih terlihat di puncak-puncak ketinggian

Membawa cahaya di kegelapan hatiku

Engkau telah datang dengan senyum kedamaian

Walau duka menghimpit

diantara gelombang, buih dan panasnya gurun

bahkan tinggalkan harta dan relakan nyawa melayang

demi iman, umat dan perintah Tuhan

Di masa kholipah

Jejak itu diulas dalam rapat pemerintah

Ikuti edaran eliftika tata surya

Dalam satu rotasi bumi

Terdapat dua belas kali putaran bulan mengelilingi bumi

Muharam adalah awal melangkah

Saat bulan sabit terlihat beberapa derajat di upuk barat

Wahai kekasihku dan kekasihTuhanku!

Hakikat hijrahmu adalah hikmah bagiku

Pancaran sinarmu abadi

Bangkitkan hati yang telah mati

One Response to Puisi dan Sastra

  1. Ibunda Alifa mengatakan:

    CURHATKU
    Karya: Ibunda Alifa

    Dimalam yang sunyi
    Sepercik air wudu jadi saksi
    Tasbih ini hentakan jemariku
    Ku lepas segala kegundahanku
    Segenggam ampunan yang kuharap
    Dari insan yang ghilap…. dan kadang laknat

    Ku akui semua kebisuan
    Dan ke-Aku an ini
    Sehingga lepas kendali…
    Iri, dendam, kadang menusuk dalam-dalam
    Gundah, resah, menghiasi kisah
    Luapan senang menantang

    Tapi…. Ku akui….
    Aku mahluk berlumur dosa
    Telanjang perasaan tanpa makna
    Hanya pada Mu ya.. Rob…
    Ku mengakui segala yang ku perbuat
    Ampunilah segala kesalahan ku
    Luncurkan magfirah Mu
    Agar kalbu ku terus menyatu dengan asma Mu
    Ya… Rob
    Hanya Kaulah tempat curhatku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: